u3-WhatsApp-Image-2026-02-15-at-20.55.11
PERUNDUNGAN, APA DAN BAGAIMANA?

 

Pengertian bullying/perundungan

Bullying atau perundungan merupakan tindakan mengganggu, mengusik, atau menyakiti orang lain secara fisik atau psikis.

Secara etimologi, asal usul kata bullying berarti penggertak, yaitu seseorang yang suka mengganggu yang lemah.

Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), bullying adalah penindasan atau risak (merundung) yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau sekelompok yang lebih kuat.

 

Cara Mencegah Bullying di Sekolah

Lingkungan sekolah rentan terhadap bullying karena adanya interaksi intens antara siswa dalam waktu yang lama. Ditambah sekolah kami menerapkan full day school dengan sejumlah kegiatan yang cukup padat.

Faktor-faktor yang turut memengaruhi terjadinya bully seperti ketidaksetaraan kekuatan, perbedaan sosial, dan kurangnya pemahaman tentang keberagaman dapat memperburuk situasi ini.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mencegah bullying di sekolah. Berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Orangtua mengajarkan anak rasa empati dan menghargai sesama

Lingkungan rumah adalah tempat pertama di mana anak-anak mempelajari nilai-nilai dan perilaku. Orang tua memiliki peran kunci dalam membentuk sikap anak terhadap orang lain.

Dengan menunjukkan sikap yang menghargai, empati, sopan santun terhadap orang lain dan memperlakukan sesama dengan baik di rumah, anak-anak akan terbiasa dengan norma-norma sosial yang positif.

Diskusi terbuka tentang masalah-masalah seperti empati, toleransi, dan pentingnya bertindak baik terhadap orang lain dapat membantu anak memahami pentingnya sikap positif dalam interaksi sosial mereka.

  1. Pelajari tanda peringatan bullying

Penting bagi orang tua dan guru untuk memahami tanda-tanda yang mungkin menandakan terjadinya bullying. Ini termasuk perubahan perilaku atau mood anak, penurunan minat terhadap sekolah, dan keengganan untuk berinteraksi dengan teman sebaya.

Dengan memahami tanda-tanda ini, orang tua dan guru dapat lebih cepat mengidentifikasi dan menangani kasus-kasus bullying sebelum menjadi lebih serius.

  1. Tanamkan pola pikir yang baik

Orang tua dapat memainkan peran penting dalam membentuk pola pikir anak terhadap perlakuan terhadap orang lain. Mengajarkan nilai-nilai seperti empati, penghargaan, dan toleransi akan membantu anak-anak memahami pentingnya memperlakukan orang lain dengan baik.

Diskusi terbuka tentang pengalaman-pengalaman di sekolah dan bagaimana merespons situasi-situasi yang mungkin terjadi juga dapat membantu anak-anak mengembangkan sikap yang positif terhadap bullying.

  1. Beri tips untuk menghadapi intimidasi

Anak-anak perlu diberi tahu bahwa mereka memiliki hak untuk merasa aman di sekolah dan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi intimidasi. Dorong anak untuk berbicara kepada orang dewasa yang dipercaya jika mereka mengalami atau menyaksikan bullying.

Ajarkan mereka cara yang aman untuk menghadapi situasi seperti itu, seperti mengabaikan pelaku atau mencari bantuan dari orang dewasa.

 

Kampanye anti perundungan di SDIT Daruusalam 02 Batam

Guru terus bersinergi dengan orang tua dan semua tenaga kependidikan yang berada di sekolah kami. Ditambah dengan kerja sama dengan pihak terkait dan juga dari pengurus/yayasan yang menaungi kami.

Berikut beberapa kegiatan yang sudah kami lakukan :

  1. Bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memberikan penjelasan pencegahan perundungan di sekolah.
  2. Mengadakan seminar parenting untuk orang tua murid agar tercapai keselarasan penanganan perundungan di sekolah yang di dukung orang tua di rumah.
  3. Membuat angket tentang perundungan untuk mengetahui pemahaman murid tentang pengertian dan cara mencegah perundungan.
  4. Guru selalu memotivasi murid agar menghormati dan menyayangi teman di sekolah, dan tidak segan melapor jika mendapatkan/melihat perlakuan perundungan.

 

Harapan kami, dengan upaya yang kami lakukan akan menciptakan sekolah yang aman dan nyaman. Sehingga terwujud ZONA SEKOLAH BEBAS BULLY.

  

Di tulis oleh Dwi Indrasti, Guru kelas 6A SDIT Daerussalam 02 Batam.

 

Referensi :

https://www.halodoc.com/kesehatan/bullying?srsltid=AfmBOorcxjQj9s-3HDA-cf_kO1B8pkeaWX30NICU4150Y0bxc5aowibN

https://www.halodoc.com/kesehatan/bullying?srsltid=AfmBOorcxjQj9s-3HDA-cf_kO1B8pkeaWX30NICU4150Y0bxc5aowibN

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait