Kelas 4B
Bullying di Rumah : Luka yang Tak Terlihat

Tidak sedikit orang tua yang sangat mengkhawatirkan anak menjadi korban atau bahkan pelaku bullying di lingkungan sekolah ataupun masyarakat. Orang tua melupakan bahwa anak dapat menjadi korban bullying di lingkungan keluarga sendiri atau dari keluarga yang seharusnya menjadi tempat pertama yang nyaman dan aman untuk anak sendiri.

Bullying dalam keluarga adalah perilaku menyakiti anggota keluarga sendiri, baik lewat kata-kata (verbal) maupun tindakan yang dilakukan secara fisik yang dilakukan berulang dan membuat anak merasa sedih, takut, atau tidak berharga.

Penyebab terjadinya bullying terhadap anak dalam keluarga antara lain : kurangnya pemahaman tentang dampak kata-kata kasar yang dapat melukai perasaan anak, pola asuh yang terlalu keras, kebiasaan orang tua membanding bandingkan anak yang satu dengan lainnya, emosi orang tua yang tidak terkontrol, lingkungan yang terbiasa dengan kata-kata atau komunikasi yang negatif

Ayah dan bunda tahukah anda dampak yang terjadi pada anak yang mengalami bullying di lingkungan keluarga?

Berikut dampaknya : rasa percaya diri menurun, takut berbicara atau mengungkapkan pendapat, dengan percaya diri menurun, prestasipun akan ikut menurun, mudah sedih atau anak menjadi pemurung.

Ayah dan bunda , mari kita mencegah bullying yang terjadi di lingkungan keluarga kita sendiri dengan cara : dengarkan anak saat berbicara, bangun kebiasaan saling memotivasi, hindari membanding-bandingkan anak karena setiap anak adalah unik, hargai perasaannya, dan biasakan bersikap sopan.

Mari sama-sama kita stop bullying dari keluarga terlebih dahulu.

 

Di susun oleh : Fitri Handayani Nst, S.Pd guru kelas IVB SDIT Darussalam 02 Batam.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait